KLIPING

FIQH MUNAKAHAT( Kasus Perkawinan)

Oleh: Darmono

 

  1. PERSELINGKUHAN BERUJUNG SALING TUKAR ISTRI DI MADURA

Kasus rumah tangga antara Kamariyah dan Khairul Anwar ini bermula ketika Kamariyah istri Khairul Anwar selingkuh dengan sahabat Khairul Anwar suaminya yaitu Sugianto sampai Kamariyah mengandung dan melahirkan anak hasil perzinahannya dengan Sugianto, ditambah lagi Sugianto menikahi  Kamariyah secara sirih yang tidak jelas siapa yang menikahkannya, padahal status Kamariyah pada saat itu masih menjadi istri sah (belum ada keputusan dari Pengadilan mengenai perceraian) Khairul Anwar.

Selama pelarian Kamariyah menggugat cerai Khairul Anwar, namun Khairul Anwar tidak terima karena ingin mempertahankan perkawinannya, akhirnya dia kasasi ke Pengadilan Negeri Agama Pamekasan dan melaporkan Sugianto karena telah melakukan perzinahan dan membawa kabur istri orang. Sugianto pun ditahan di Lapas Narkotika kelas II-A Pamekasan dan  istri Sugianto pun menggugat cerainya, akhirnya mereka cerai. Setelah masa iddah  Jamilatun selesai, Khairul Anwar melamar Jamilatun mantan istri Sugianto dan hingga kini mereka menjadi satu keluarga.

  1. KASUS PERNIKAHAN BEDA AGAMA HAPPY SALMA

Happy Salma menikah dengan calon suaminya Cok Gus yang beragama Hindu dan pada saat itu Happy Salma beragama Islam, akhirnya ketika menikah Happy Salma pindah agama suaminya yaitu agama Hindu, Happy salma tidak memperdulikan keyakinannya bahkan tidak mempersoalkan SARA (Suku, Agama, Ras dan antar golongan), yang penting bisa menikah dengan Cok Gus dan merasa bahagia dengannya.

  1. KASUS AGUS- IDAWATI , PROBLEM RUMAH TANGGA YANG BERLANJUT KEPENGADILAN

Keluarga pak Agus dan istrinya Ida berada dalam jurang kehancuran. Ida menuturkan bahwa dirinya dan anak- anaknya sering sekali dimarahi, disiksa dan diancam akan dibunuh oleh suaminya (Agus). Ini terjadi setelah ibunya pak Agus meninggal, ia menjadi temperamental, untuk itu ibu Ida membawanya ke RSJ, akan tetapi keluarga pak Agus (suaminya) tidak terima dan melaporkannya ke Polwiltabes/ Polrestabes Surabaya karena dianggap merampas kemerdekaan pak Agus dan melanggar pasal 333 dan328 KUHP, untuk itu ibu Ida dijadikan tersangka, akan tetapi tidak ditahan karena alasan mengasuh anak- anaknya. Akan tetapi sungguh malang, suaminya (Agus Setiyono) menggugat cerai ibu Ida, padahal ibu Ida menginginkan keluarganya utuh.

  1. PENCABUTAN HAK PEMELIHARAN ANAK

Menurut pasal 49 Undang- Undang No. 1 tahun 1774 tentang perkawinan pada ayat (1) dikatakan , bahwa salah seorang atau kedua orang, dapat dicabut kekuasaanya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain. Keluarga anak dalam garis lurus keatas dan saudara kandung yang telah dewasa, atau pejabat yang berwenang dengan keputusan pengadilan dalam hal- hal :

  1. Ia sangat melalaikan kewajibanya terhadap anaknya.
  2. Ia berkelakuan buruk sekali

 

  1. RUMAH TANGGA DIAMBANG KEHANCURAN

Seorang istri yang pulang kerumah karena ada permasalahan dalam keluarganya. Didalam kasus diatas istrinya bernama Ni’amah, dia tidak mau tinggal bersama suaminya. Oleh karena itu suaminya menjemput di rumah mertuanya, akan tetapi istrinya tidak mau dan akhirnya dipaksa, namun mertuanya membela anaknya tersebut, akhirnya suami (Suyanto) marah dan menusuk mertuanya.

  1. CITA- CITA PERKAWINAN DAN KETELADANAN PEMIMPIN RUMAH TANGA

Giring dan Chintya menggelar resepsi pernikahannya dengan resepsi pernikahan adat jawa, dan ternyata jeda antara akad nikah dan resepsi pernikahannya adalah 3 bulan. Giring sebagai suami sekaligus pemimpin rumah tangga berkeinginan agar Chintya memakai jilbab dan ingin memiliki anak yang banyak, disini jelas bahwa ada keteladanan seorang suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga.