Nama : DARMONO                        Dosen Pengampu : Drs. H. Dahwan, M.Si

NIM    : 09380004

Jur/kls: MU’AMALAT -A

 

 

BURSA EFEK SYARI’AH DENGAN PENDEKATAN ISTISLAHI

( MASLAHAT MURSALAH)

 

  1. A.    PENGERTIAN BURSA EFEK SYARI’AH

 

Bursa efek Syari’ah adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka ( pasal 1 angka 4 UUPM )[1] yang ditambahi Syari’ah, artinya menggunakan sistem Syari’ah, berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional  Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) .

 

  1. B.     JENIS-JENIS EFEK SYARI’AH[2]
    1. Saham
    2. Sukuk
    3. Reksa Dana
    4. Efek, beragunan asset Syari’ah

 

  1. C.    PRINSIP BURSA EFEK SYARI’AH

 

Mengenai bursa efek Syari’ah di Indonesia sudah diatur dalam peraturan BAPEPAM-LK, dalam pasal 1 disebutkan bahwa ketentuan mengenai penerbitan efek Syari’ah  diatur dalam peraturan nomor IX A 13 sebagaimana dimuat dalam lampiran keputuisan ini.  diantaranya yaitu:

  • Tentang penerbitan efek Syari’ah, yaitu:
  1. Pedoman penerbitan efek Syari’ah, yang terdiri dari saham, sukuk (obligasi Syari’ah) reksa dana Syari’ah dan efek beragunan aset Syari’ah.
  2. Pengungkapan mengenahi hal-hal khusus yang berkaitan dengan aspek Syari’ah di dalam prospektus, pernyataan pendaftaran dan perjanjian perwaliamanatan.
  • Tentang akad yang digunakan dalam penerbitan efek Syari’ah yaitu, segala produk pasar modal yang dihasilkan adalah semuanya menggunakan sistem Syari’ah. Diantara akad-akadnya adalah  :
  1. Jenis Akad: Ijarah, Mudharabah, Kafalah Dan Wakalah
  2.  Ketentuan mengenahi akad-akad tersebut diadopsi dari fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI
  • Isi pokok peraturan nomor 11.K.1 Tentang kriteria dan penerbitan daftar efek Syari’ah :

                                    1.         Jenis efek yang dimaksudkan dalam daftar efek Syari’ah (DES)

                                    2.         Kriteria saham Syari’ah

                                    3.         Ketentuan dan persyaratan pihak lain dalam rangka mendapatkan persetujuan BAPEPAM-LK untuk dapat menerbitkan DES diluar yang telah ditetapkan BAPEPAM-LK.

                                    4.          Kewajiban menggunakan DES sebagai dasar bagi yang menerbitkan indeks efek Syari’ah atau menyusun portofolia investasi efek Syari’ah.

  • Tujuan kebijakan pasar modal Syari’ah yaitu :

                                    1.          Mengurangi tambahan proses penerbitan efek Syari’ah

                                    2.          Pengaturan produk Syari’ah equal (setara) dengan produk konvensional (penerbitan dan pengawasan)

  • Tujuan akhirnya
  1. Mendorong minat emiten menerbitkan efek Syari’ah
  2. Menciptakan level of playing field yaitu produk Syari’ah yang kompetitif
  3. Mamperluas industri pasar modal : alternatif sumber dana dan instrumen investasi Syari’ah.

 

  1. D.    ANALISIS DENGAN METODE ISTISLAHI

 

Berdasarkan apa yang telah dipaparkan diatas bahwa banyak sekali maslahatnya dari pada madaratnya bahkan bisa dikatakan tidak ada, sedangkan yang madarat seperti yang telah dilarang dalam aturan BAPEPAM-LK juga mengenai kegiatan usaha yang bertentangan Syari’ah, diantaranya :

Menurut ketentuan umum peraturan NO. IX.A.13, kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip Syari’ah yaitu :

  1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang
  2. Menyelenggarakan jasa keuangan dengan konsep ribawi, jual beli, resiko yang mengandung gharar atau maysir.

v  Memproduksi, memdistribusi, memperdagangkan, menyediakan barang atau jasa yang haram karena zatnya  (haram li-dzatihi)

v  Barang atau jasa yang haram bukan karena zatnya (haram li-ghairih) yang ditetapkan Dewan Syari’ah Nasional (DSN) MUI

v  Barang atau jasa yang merusak modal dan bersifat madarat

  1. Melakukan investasi pada perusahaan yang tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya.

Maka kesimpulan yang bisa diambil dari pejelasan diatas secara istislahi bisa kita terapkan dalam muamalat, saya menyatakan hal itu diperbolehkan bahkan dianjurkan bagi umat islam untuk ikut berkecimpung didalamnya demi kemajuan ekonomi bersama. Dengan mendasarkan pada kaidah,

جلب المصالح ود رأالمفاسد


      [1] Burhanuddin S, pasar modal Syari’ah (tinjauan hukum), (Yogyakarta: UII Press, 2008), hlm. 24.

     

      [2] (http://zonaekis.com), Posted on Desember 2, 2010 by saepudin